Mungkinkah Bisnis Tanpa Hutang?

Mungkinkah bisnis tanpa hutang? Mungkin aja. Kenapa enggak? Tapiii.... tapi sebelum membahas lebih dalam, harus tau dulu pemahaman hutang yang dimaksud seperti apa? Apakah hutang itu SELALU jelek? Oke, Hutang dibagi menjadi 2, yaitu: hutang dagang dan hutang modal. Saya gak membahas hutang KONSUMTIF. Yang saya bahas hanya hutang PRODUKTIF.
Mungkinkah Bisnis Tanpa Hutang
HUTANG DAGANG. Jenis hutang ini hampir tidak pernah bisa dihindari, apalagi semakin besar bisnis seseorang/perusahaan. Klo pengusaha tidak punya hutang dagang, kesimpulannya, bisnisnya belum besar-besar amat. Kemungkinan besar, hutangnya masih kecil-kecil sehingga dia masih mengelola pembayarannya selalu dengan CASH.

"Justru kalau bisnis sudah besar kan seharusnya bisa selalu bayar CASH."

Jawab: "Coba Anda bayangin perusahaan dengan omset TRILIUNAN perbulan, dan nilai transaksi pembelian/pembelanjaan ke supplier Ratusan Milliar perbulannya, dan dia harus menyediakan uang cash setiap harinya.."

Jadi.. Dalam realita bisnis yang sudah super besar, setiap hari mereka mempunyai transaksi pembelian (dan pengiriman barang) ratusan kali perhari. Bayangin aja, jika semuanya CASH, berarti perusahaan tersebut harus menyediakan duit CASH puluhan milliar untuk transaksi hariannya. Butuh berapa sekuriti untuk menjaganya? Bahkan mungkin dia butuh Pasukan Satu Pleton yang standby untuk menjaga duitnya setiap hari... :D

"Kan bisa lewat transfer."

Jawab: "Yaa klo transaksinya 1-5 gelondong gede masih gampang di-handle, klo ratusan transaksi setiap harinya?"

"Mana mungkin sehari ratusan transaksi?"

Jawab: "Nhaa inii.. Pertanyaan kurang piknik dan gaul. Hehe.. Kayaknya bisnis Ente bener-bener masih kecil dan gak gaul sama pengusaha-pengusaha besar yaa?"

Di sebuah perusahaan berskala nasional yang pabriknya SUPER LUAS, seperti Grup Astra Internasional, transaksi pengiriman barang dari supplier bisa terjadi ratusan bahkan ribuan macam barang setiap harinya dari berbagai supplier. Mulai dari baut beraneka ukuran dan jenis, spare part mobil, sampe paper clip dan kertas untuk kebutuhan kantor dan pabriknya.

*Silahkan ngelamun dan membayangkan dulu..

Jadiii.. Mikirnya jangan terlalu sempit.
Untuk itu biasanya pembayaran dilakukan secara berkala. Ada yang pada hari-hari tertentu, dan di atas nominal tertentu dibayarkan melalui transfer via bank. Otomatis transaksi yang terjadi adalah HUTANG DAGANG dan Pembayaran Mundur. Saahh?? Sah aja.. Kan sudah ada kesepakatan di depan.

HUTANG MODAL. Nah.. Hutang jenis ini yang bisa dihindari oleh pengusaha. Tapi klo ada yang mau berhutang untuk tambahan modal pun sah sah aja. Hutang modal TIDAK SELALU lewat bank, ada juga pinjaman-pinjaman dari pihak di luar bank. Nah masalah BAGI HASILNYA seperti apa, tidak ada aturan baku/standar. Tergantung kesepakatan kedua pihak. Bahkan bunga kredit bank pun bisa dinego.

*Sedikit cerita.. Biar ngelamunnya tambah hebat! Hehe..

Di "luaran" sana.. Ada perusahaan-perusahaan SUPER LIKUID yang pihak Bank justru merengek-rengek kepadanya untuk mengajukan kredit atau sekedar penempatan dana (deposito maupun tabungan). Bangun hotel bintang lima tanpa hutang bank, alias dari CASH sendiri. Bayangin SUPER LIKUID-nya grup perusahan tersebut. Hehe..

Apakah permodalan hanya dari hutang? TIDAK. Jika mau berbagi, maka Anda bisa menggandeng Investor dan melepaskan sebagian dari kepemilikan saham perusahaan Anda. Alternatif yang lain adalah: SIAPKAN usaha Anda untuk di-FRANCHISE-kan. 

Klo BO (Business Oportunity) atau "Kemitraan" boleh kah? Boleh.. Dan biar BERKAH, katakan apa adanya, bahwa ini adalah BO atau KEMITRAAN, bukan Franchise.
Apa bedanya Franchise dengan BO? Bukan di sini dibahasnya. Hehe..

Tips terakhir dan UTAMA dalam berhutang adalah: proyeksikan dulu KEMAMPUAN CASHFLOW usaha kita. Jangan berlebih-lebihan, apalagi alokasinya untuk:
1. Gali lobang tutup lobang.
2. Konsumtif.

"Haram" hukumnya, dan khusus "gali lobang tutup lobang", ini PERMAINAN TINGKAT TINGGI. Klo belum tau ilmunya, jangan lakukan. Sekian dulu yaa sobat Kitab Juragan.. Semoga bermanfaat..

Author: Dania Setiabudi

Update KitabJuragan.Com via email gratis:

0 Response to "Mungkinkah Bisnis Tanpa Hutang?"

Post a Comment